Jakarta, CNBC Indonesia – PT SOS Indonesia akan melepaskan sebanyak 150 juta atau setara dengan 23% saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Rencananya pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada Oktober 2018.

Direktur Keuangan SOS Indonesia Prasetyo Wibowo mengatakan perusahaan akan menggunakan dana yang diperoleh perusahaan dari IPO ini untuk mengembangkan usaha perusahaan dan menambah kantor cabang.

“Semuanya untuk penambahan bisnis kita, kita kan tidka butuh belu aset tapi 80% dari modal kerja semuanya untuk biaya tenaga kerja. Dan di tahun ini kita butuhkan untuk proyek yang besar jadi modalnya juga besar,” kata Prasetyo di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/8).

Saat ini perusahaan sudah mengantongi Rp 600 miliar dari 1.500 kontrak yang sedang digarap. Targetnya tahun ini perusahaan bisa mengantongi kontrak total senilai Rp 800 miliar.

SOS Indonesia merupakan perusahaan yang menyediakan tenaga pekerja outsourcing di bidang cleaning serviceparkingsecurity dan jasa profesional. Saat ini perusahaan sudah mempekerjakan 15.000 ahli daya di seluruh Indonesia.

Perusahaan memiliki market share sebesar 15% di seluruh Indonesia. Untuk IPO ini, SOS Indonesia bekerja sama dengan Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. (hps/hps)

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com