Tahapan atau Prosedur Evakuasi Darurat Gedung dan Kesalahan Umum yang Wajib Dihindari

30 Desember 2025

evakuasi darurat gedung

Evakuasi darurat gedung mengacu pada proses pemindahan penghuni gedung secara cepat dan terstruktur ketika terjadi keadaan yang mengancam keselamatan.

Prosedur ini penting untuk mengurangi risiko cedera, kepanikan, dan kerugian, terutama bagi gedung perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas industri.

Agar evakuasi berjalan efektif, setiap gedung perlu didukung oleh petugas keamanan yang terlatih dan prosedur yang diuji secara berkala.

Untuk properti di wilayah padat, perusahaan penyedia layanan profesional, seperti outsourcing Jakarta, dapat membantu menyiapkan tenaga keamanan dan operasional yang siap menghadapi situasi darurat.

Coba pahami informasi lengkapnya di bawah ini!

Apa Standar Suatu Situasi Membutuhkan Evakuasi Darurat Gedung

Evakuasi tidak dilakukan sembarangan. Ada kondisi tertentu yang masuk dalam kategori emergency trigger sehingga gedung wajib dikosongkan dalam waktu cepat.

Berikut beberapa situasi yang menjadi penandanya:

1. Kondisi Kebakaran atau Potensi Kebakaran

Situasi evakuasi harus dilakukan ketika ada api, asap tebal, bau hangus, atau aktivasi smoke detector dan heat detector.

Banyak peraturan keselamatan termasuk NFPA (National Fire Protection Association) menyebutkan bahwa respons paling aman dalam potensi kebakaran adalah evakuasi segera.

Bahkan, kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung 2020 menunjukkan bahwa keterlambatan beberapa menit saja dapat memperburuk risiko keselamatan.

2. Gempa Bumi dengan Intensitas Tergolong Mengganggu Struktur

Evakuasi perlu dilakukan ketika gempa menggoyang struktur gedung secara signifikan atau membuat elemen interior jatuh.

Menurut jurnal Earthquake Spectra, risiko cedera tertinggi terjadi saat penghuni tetap berada dalam gedung tanpa arahan evakuasi terstruktur pascagempa utama.

3. Ancaman Bahan Berbahaya (Gas, Bahan Kimia, atau Asap Beracun)

Ketika terdeteksi kebocoran gas atau bahan kimia, evakuasi wajib dilakukan karena risiko penyebaran zat berbahaya dapat terjadi dalam hitungan detik.

Kasus kebocoran amonia tahun 2022 menunjukkan bahwa penghuni gedung dapat mengalami gangguan pernapasan jika evakuasi tidak dilakukan cepat.

4. Ancaman Keamanan seperti Aksi Kekerasan atau Teror

Pada kondisi ancaman keamanan, petugas harus menentukan apakah penghuni perlu melakukan evacuate atau shelter in place. Dalam kasus tertentu, seperti ancaman bom, evakuasi ke titik kumpul luar menjadi prosedur standar internasional yang lebih dianjurkan.

Baca Juga: Pentingnya Standar Keamanan Gedung Bagi Perusahaan Anda

7 Tahapan atau Prosedur Evakuasi Darurat Gedung

Setiap gedung wajib memiliki prosedur evakuasi yang sistematis agar penghuni keluar dengan aman. Berikut tahapan umumnya:

1. Aktivasi Alarm Darurat

Tahapan ini dilakukan ketika sensor mendeteksi bahaya atau petugas keamanan menerima laporan insiden.

Aktivasi alarm berfungsi memberi tanda kepada seluruh penghuni bahwa evakuasi harus dimulai. Suara alarm harus terdengar di seluruh lantai tanpa pengecualian.

2. Panduan dari Petugas Keamanan

Petugas keamanan akan mengarahkan penghuni menuju jalur evakuasi sambil memastikan tidak ada karyawan yang tertinggal.

Mereka ditempatkan di titik-titik strategis seperti lobi, tangga darurat, dan pintu keluar. Tahapan ini penting untuk menghindari kepanikan yang dapat memperlambat proses.

3. Penggunaan Jalur Evakuasi dan Tangga Darurat

Penghuni gedung harus diarahkan melalui tangga darurat, bukan lift. Tangga darurat dirancang tahan api dan memiliki ventilasi yang lebih baik dibanding area lainnya. Pada gedung dengan sistem modern, lampu penunjuk arah akan menyala otomatis saat listrik padam.

4. Pengarahan ke Titik Kumpul Aman

Titik kumpul biasanya berada di area terbuka seperti halaman gedung atau parkir luar. Perusahaan wajib menyediakan signage titik kumpul agar mudah ditemukan. Di sini, petugas melakukan head count untuk memastikan semua penghuni sudah keluar.

5. Pendataan Penghuni yang Butuh Bantuan Khusus

Petugas harus memastikan penyandang disabilitas, lansia, atau penghuni yang terluka tetap dapat berpindah dengan aman. Pada beberapa gedung, tersedia evacuation chair yang memudahkan proses menurunkan penghuni melalui tangga darurat.

6. Verifikasi Kondisi Gedung oleh Tim Tanggap Darurat

Setelah penghuni berkumpul, tim tanggap darurat mengevaluasi kondisi gedung, mendeteksi titik bahaya, atau memastikan apakah gedung aman untuk dimasuki kembali. Prosedur ini dilakukan oleh petugas terlatih.

7. Pengumuman Keamanan dan Instruksi Lanjutan

Penghuni diperbolehkan kembali ke gedung hanya jika petugas menyatakan situasi telah aman. Jika tidak, protokol lanjutan sesuai SOP akan dijalankan, termasuk koordinasi dengan pihak berwajib.

Baca Juga: Tugas Divisi Keamanan: Jaga Aset Hingga Cegah Kerugian!

5 Kesalahan yang Sering Menghambat Evakuasi dan Harus Dihindari

Walau sudah memiliki SOP, evakuasi sering terhambat karena kesalahan teknis maupun perilaku penghuni. Berikut beberapa kesalahan yang wajib diwaspadai:

1. Jalur Evakuasi Terhalang Barang

Jalur evakuasi yang tersumbat dengan barang atau peralatan dapat memperlambat proses keluar gedung dan meningkatkan risiko cedera. Penting untuk selalu menjaga jalur bebas dan menandainya dengan jelas.

2. Alarm Tidak Berfungsi atau Terlambat Diaktifkan

Alarm yang rusak atau terlambat diaktifkan menyebabkan penghuni tidak segera menyadari adanya bahaya. Sistem alarm yang rutin diperiksa dan diuji secara berkala dapat mengurangi risiko keterlambatan respons.

3. Kurangnya Pelatihan Evakuasi untuk Karyawan

Penghuni atau karyawan yang tidak pernah mengikuti latihan evakuasi cenderung panik saat keadaan darurat. Simulasi rutin membantu semua orang memahami prosedur dan mempercepat proses evakuasi.

4. Penggunaan Lift saat Evakuasi

Menggunakan lift dalam kondisi darurat sangat berisiko, karena lift dapat berhenti mendadak atau sistem dapat tiba-tiba otomatis mengunci. Evakuasi sebaiknya selalu menggunakan tangga darurat yang aman.

5. Tidak Ada Koordinasi Antar Petugas Keamanan

Kurangnya komunikasi atau koordinasi antar petugas keamanan dapat membuat evakuasi menjadi kacau. Koordinasi yang baik memastikan jalur evakuasi diatur dengan benar dan penghuni dipandu secara terstruktur. Oleh karena itu setiap gedung harus memiliki SOP yang akurat demi mencegah hambatan saat evakuasi harus dilakukan.

Baca Juga: Tindakan Satpam Saat Terjadi Kebakaran Gedung Sesuai Prosedur

Pastikan Keselamatan Gedung Anda dengan Jasa Keamanan Profesional dari SOS

Setelah memahami prosedur, standar, dan risiko evakuasi darurat gedung, Anda juga harus memastikan bahwa proses tersebut didukung oleh personel keamanan yang terlatih.

Sistem evakuasi yang efektif memerlukan petugas yang mampu mengoordinasikan penghuni, mengaktifkan alarm, mengarahkan jalur keluar, serta berkomunikasi dengan tim tanggap darurat secara cepat.

Inilah alasan mengapa menggunakan jasa keamanan swasta profesional sangat penting.

SOS menyediakan tenaga keamanan yang dilatih khusus untuk menghadapi situasi darurat, termasuk evakuasi gedung, mitigasi risiko, hingga manajemen crowd control.

Dengan dukungan tenaga tepercaya, Anda tidak hanya mendapatkan ketenangan, tetapi juga memastikan keselamatan penghuni gedung tetap terjaga.

Hubungi SOS hari ini untuk berkonsultasi dan meningkatkan kesiapsiagaan properti Anda!

Berita Lainnya