Sanitasi Pabrik Makanan Sesuai ISO 22000, Wajib Dipenuhi!

30 Desember 2025

sanitasi pabrik makanan sesuai iso

Sanitasi pabrik makanan sesuai ISO merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan pangan, mutu produk, serta kepercayaan konsumen terhadap perusahaan di industri makanan dan minuman. Risiko kontaminasi, penurunan kualitas produk, hingga sanksi regulasi dapat mengganggu keberlangsungan bisnis. 

Oleh karena itu, penerapan standar ISO 22000 menjadi langkah strategis untuk memastikan kebersihan dan sanitasi pabrik makanan berjalan sesuai ketentuan internasional dan kebutuhan operasional perusahaan. Mari simak pembahasannya berikut ini!

Mengenal ISO 22000

ISO 22000 merupakan standar internasional yang mengatur Food Safety Management System (FSMS) atau sistem manajemen keamanan pangan. Standar ini dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi, mengendalikan, serta meminimalkan bahaya keamanan pangan di seluruh rantai pasok. 

ISO 22000 membantu perusahaan bekerja secara terintegrasi dengan standar ISO lainnya, seperti ISO 9001, sehingga sistem manajemen dapat berjalan lebih konsisten dan terstruktur. 

Melalui ISO 22000, perusahaan memperoleh kerangka kerja untuk mengembangkan, menerapkan, memantau, dan terus meningkatkan FSMS sesuai dengan konteks risiko bisnis secara menyeluruh. Untuk mematuhi standar ini, perusahaan wajib memenuhi seluruh persyaratan hukum dan peraturan terkait keamanan pangan yang berlaku. 

Bagi perusahaan yang ingin memiliki sistem keamanan pangan yang lebih fokus, koheren, dan terintegrasi dibandingkan ketentuan minimum regulasi, ISO 22000 memberikan nilai tambah yang signifikan.

Baca Juga: Panduan Standar Kebersihan Rumah Sakit sesuai Aturan Kemenkes

Komponen Sanitasi Pabrik Berbasis ISO

Dalam penerapan kebersihan dan sanitasi pabrik makanan, ISO 22000 menekankan pentingnya prosedur yang terdokumentasi dan dijalankan secara konsisten. Salah satu elemen utama adalah penerapan SOP sanitasi pabrik yang terstandar. 

Umumnya, SOP ini mencakup beberapa aspek penting berikut:

  • Kebersihan personal (personal hygiene): Karyawan yang terlibat dalam proses produksi wajib menjaga kebersihan diri, menggunakan alat pelindung diri, serta mematuhi aturan kebersihan yang telah ditetapkan perusahaan.

  • Pengendalian kontaminasi: Prosedur dirancang untuk mencegah kontaminasi silang antara bahan baku, produk setengah jadi, dan produk akhir.

  • Prosedur pembersihan dan sanitasi: Pembersihan area produksi, peralatan, dan fasilitas pendukung dilakukan secara terjadwal menggunakan metode dan bahan yang aman.

  • Pengolahan bahan baku: Proses penerimaan, penanganan, dan pengolahan bahan baku dilakukan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.

  • Pengendalian bahaya pangan: Identifikasi dan pengendalian bahaya biologis, kimia, dan fisik menjadi bagian integral dari sistem sanitasi pabrik makanan sesuai ISO.

Apa Saja Manfaat Penerapan Sanitasi Pabrik Makanan Sesuai ISO?

Penerapan dan sertifikasi ISO 22000 memberikan berbagai manfaat strategis bagi perusahaan, khususnya dalam menjaga kebersihan dan sanitasi pabrik makanan. 

Berikut beberapa manfaat utama yang dapat Anda peroleh:

1. Meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan

ISO 22000 membantu perusahaan meminimalkan risiko pangan yang membahayakan kesehatan. Dengan sanitasi pabrik makanan sesuai ISO, perusahaan dapat melindungi konsumen, karyawan, serta pihak lain yang bersentuhan dengan produk pangan.

2. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Memiliki FSMS yang terstruktur membantu perusahaan menghasilkan produk yang konsisten dan memenuhi harapan pelanggan. Kepercayaan pelanggan terhadap mutu dan keamanan produk pun meningkat.

Baca Juga: 7 Hama dalam Bangunan Paling Merusak, Waspada!

3. Membantu Memenuhi Persyaratan Peraturan

Kepatuhan terhadap ISO 22000 mendukung perusahaan dalam memenuhi persyaratan hukum dan regulasi keamanan pangan. FSMS membantu perusahaan memahami dan menerapkan ketentuan tersebut secara sistematis.

4. Mendukung Pemenuhan Standar

ISO 22000 terhubung dengan berbagai standar internasional lain, sehingga membantu perusahaan memenuhi persyaratan sistem manajemen lainnya secara lebih mudah dan terintegrasi.

5. Transparansi yang Lebih Baik

Standar ini membantu perusahaan meningkatkan sistem penelusuran produk, sehingga transparansi operasional menjadi lebih baik dan risiko dapat ditelusuri dengan cepat.

Selain itu, ISO 22000 juga meningkatkan respons perusahaan terhadap risiko keamanan pangan. Dengan FSMS yang efektif, perusahaan dapat merespons potensi masalah secara lebih cepat dan efisien, serta mengurangi waktu investigasi apabila terjadi insiden kontaminasi.

SOP Wajib dalam Sanitasi Pabrik Makanan

Agar sanitasi pabrik makanan sesuai ISO dapat berjalan optimal, perusahaan wajib menerapkan SOP sanitasi pabrik yang jelas dan terukur. Beberapa SOP utama yang harus dimiliki antara lain:

1. SOP Penerimaan Bahan Baku

SOP ini mengatur proses pemeriksaan fisik, pencatatan, serta verifikasi mutu bahan baku sebelum masuk ke area produksi. Tujuannya yaitu memastikan bahan baku yang diterima memenuhi standar keamanan pangan dan bebas dari potensi kontaminasi.

2. SOP Penyimpanan Makanan

SOP penyimpanan makanan menetapkan tata cara penyimpanan bahan baku dan produk jadi sesuai dengan jenis, suhu, dan kondisi lingkungan yang dipersyaratkan. 

Prosedur ini membantu mencegah kontaminasi silang, kerusakan mutu, serta pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Penyimpanan yang terkontrol juga mendukung ketertelusuran produk secara menyeluruh.

3. SOP Proses Produksi

SOP proses produksi mengatur alur kerja produksi, penggunaan peralatan, serta penerapan kebersihan selama proses berlangsung. Setiap tahapan produksi harus dilakukan sesuai standar sanitasi untuk mengendalikan potensi bahaya pangan. 

4. SOP Pembersihan dan Desinfeksi (Sanitasi)

SOP ini menjelaskan metode pembersihan, frekuensi pelaksanaan, serta jenis bahan pembersih dan desinfektan yang digunakan. 

Prosedur sanitasi yang terstandar membantu menjaga kebersihan area produksi, peralatan, dan fasilitas pendukung secara menyeluruh. Pelaksanaan yang konsisten memastikan lingkungan kerja tetap higienis dan aman bagi proses pangan.

Baca Juga: 7 SOP Keamanan Gudang: Tingkatkan Produktivitas Hingga 30%!

5. SOP Pengendalian Hama

SOP pengendalian hama mengatur langkah pencegahan, pemantauan, serta penanganan hama di lingkungan pabrik makanan. Prosedur ini bertujuan mencegah gangguan hama yang dapat mencemari bahan baku maupun produk jadi.

Penerapan SOP ini secara konsisten akan memperkuat sistem kebersihan dan sanitasi pabrik makanan serta mendukung kepatuhan terhadap ISO 22000.

Untuk memastikan seluruh proses tersebut berjalan konsisten dan terkelola dengan baik, perusahaan membutuhkan dukungan outsourcing Jakarta yang berpengalaman di bidang kebersihan dan sanitasi industri.

Optimalkan Sanitasi Pabrik Makanan Anda bersama Outsourcing Cleaning Service SOS

Sebagai penyedia outsourcing cleaning service profesional, SOS menghadirkan solusi kebersihan dan sanitasi yang mendukung kepatuhan ISO di lingkungan pabrik makanan. 

Dengan dukungan karyawan bersertifikat, SOP kerja yang terstandar, serta metode pembersihan modern, SOS membantu perusahaan menjaga kepatuhan regulasi sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi pangan.

Yuk, percayakan kebutuhan sanitasi pabrik makanan Anda kepada SOS. Hubungi SOS sekarang untuk mendapatkan solusi outsourcing cleaning service yang andal bagi perusahaan Anda!

Berita Lainnya